Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

16 Persen Jalan Rusak Tahun Ini Paling Parah

HARSEM/LISSA FEBRINA
Acara diskusi “Repotnya Jalan Berlubang” di Hotel Pandanaran bersama dinas terkait dan dewan serta pakar





Masalah kerusakan infrastruktur di Kota Semarang menjadi perhatian berbagai kalangan. Bahkan kerusakan jalan yang terjadi sejak akhir 2011 sampai 2013 awal merupakan kerusakan terparah.

KEPALA Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminudin mengatakan, kerusakan jalan di Kota Semarang sejak akhir tahun 2011 sampai awal tahun ini tergolong yang paling parah.

“Kerusakan ini dikarenakan intensitas curah hujan yang debitnya begitu tinggi dan luas genangannya banyak. Sehinggga jalan ikut terkena dampaknya dan menjadi rusak parah,” ujar Iswar usai acara Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang bersama Radio Sindo dengan tema “Repotnya Jalan Berlubang”, di Hotel Pandanaran, Senin (28/1).

Dari inventarisasi pihaknya,  sampai per minggu kemarin, kerusakan sudah masuk pada angka 16% dari total 2.280 km jalan kota yang dimiliki Pemkot Semarang atau 364-an jalan yang rusak. “Dengan tingkat kerusakannya sudah mencapai hampir 20 persen, dan itu semua merata di jalan kota,” beber Iswar.

Namun dikatakan Iswar, kerusakan paling parah terdapat pada kawasan yang genangannya cukup parah, yaitu wilayah Semarang Utara. Juga ruas jalan yang kondisi tanahnya labil terhadap pergerakan atau pergeseran.

“Di Semarang terdapat 8 sampai 10 titik yang dilewati garis tanah yang bergerak yang menyebabkan kerusakan parah, seperti Jalan Untung Suropati. Selain itu jalan yang rusak parah adalah jalan-jalan yang tidak memiliki saluran,” beber Iswar.

Untuk perbaikan semua jalan yang ada di Kota Semarang, pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 226 miliar, dengan rincian Rp 8 miliar untuk perbaikan, sisanya untuk perawatan jalan, baik jalan kota maupun pinggiran.

Saat ini pihaknya sedang dalam proses pelelangan dan berharap jika sudah mendapatkan pemenang lelang langsung action, karena saat ini merupakan waktu yang sangat pas. “Sebetulnya kami dan tim setiap hari berjalan melakukan perbaikan, namun karena kondisi hujan dan tidak adanya matahari, pengerjaan belum bisa optimal,” katanya.

Saat disinggung terkait usia jalan aspal, Iswan mengatakan, jika aspal tidak tergenang air, usia jalan aspal bisa bertahan 10-15 tahun. “Dengan catatan tidak tergenang air. Karena aspal bukan bagian dari konstruksi, aspal hanya finishing, kalau kena air bisa rusak. Beda dengan beton memang bagian dari kontruksi dan kuat,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Djunaidi mengatakan, pihaknya selalu mendukung program perbaikan jalan yang dilakukan Bina Marga. “Saya melihat Bina Marga sudah berupaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan saya juga meminta Bina Marga maupun PSDA dan instansi terkait lainnya untuk terus melakukan pantauan dan berkoordinasi,” ujarnya.

Sementara itu Djoko Setijowarno dari Unika mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanda bahaya di jalan yang rusak itu. Jangan sampai tanda yang dipasang kemudian dicuri orang karena memiliki nilai ekonomis. (lif/sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]