Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Banyak Intrik, Pedagang Rejosari Pecah

Ketua P3R Sudiman (tengah) bersama Tiarso (kiri) dan Bambang menunjukkan surat kuasa 157 pedagang.
HARSEM/SM NETWORK
SALATIGA-Karut-marut dan intrik pembangunan Pasar Rejosari, disebabkan karena sejak awal tidak ada transparansi, kejujuran, dan mekanisme yang benar. Pemkot dan DPRD Salatiga, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM, serta investor dinilai sarat kepentingan. Sehingga banyak manuver dengan tujuan tertentu. Karena itulah,  persoalan menjadi kian rumit.

Bukan hanya soal teknis pembangunan relokasi, sosialisasi, dan lainnya, namun juga pedagang pasar yang terpecah. ''Akhirnya umpyek seperti ini, karena tidak transparan,'' ujar Bambang Priyanto, salah satu pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Rejosari (P3R) Rabu (30/1).

Terkait, perpecahan pedagang, Ketua Paguyuban Sudiman mengatakan, lagi-lagi karena tidak ada campur tangan dari Pemkot dan DPRD sehingga masalahanya seperti sekarang. Sebagaian besar pedagang kecewa dengan pengurus persatuan pedagang yang lama karena tidak pernah menyampaikan aspirasi pedagang, sehingga dibentuk paguyuban.

Agar tidak lagi dipecah-pecah, sebagaimana proses-proses sebelumnya, Tiarso Sekretaris P3R mengatakan, sebanyak 157 pedagang membubuhkan tanda tangan kuasa kepada P3R untuk mewakili pedagang.

Kemarin pihaknya mengirimkan surat kepada Walikota Yuliyanto, ditembuskan Ketua DPRD Teddy Sulistio, Disperindagkop dan UMKM Salatiga, dan PT Patra Berkah Itqoni, untuk pemberitahuan kuasa tersebut.

''Selama ini sosialisasi tidak pernah dilakukan secara benar. Ada pedagang diundang disuruh mengisi daftar hadir, namun ternyata disalahgunakan seakan-akan mewakili pedagang. Kami tak ingin hal ini terulang. Nanti satu suara melalui paguyuban,'' kata Tiarso.

P3R menurutnya akan menjadi jembatan bagi pedagang, pemkot, serta investor. Segala informasi dari kedua belah pihak akan dikomunikasi untuk menghindari bias informasi seperti sekarang ini.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Salatiga Sri Danudjo menghargai aspirasi paguyuban. Namun pihaknya juga akan tetap menampung aspirasi persatuan pedagang atau pengurus lama.

''Pengurus baru ini yang berjualan di kios atau ruko, sementara pengurus lama sudah sepuh-sepuh. Sebagian merupakan pedagang los yang menjadi korban kebakaran. Mereka tidak bisa ditinggalkan begitu saja, kami akan menampung aspirasi semua pihak,'' tuturnya. (J21,H32-SM Network/nji)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]