Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Cah Mranggen Itu Ribuan Kali Curi Motor



Hanya lulusan SD dan potongannya kurang meyakinkan. Tapi, Hadi telah menyikat motor lebih dari 1500 kali!

Seorang pemuda asal Batursari Mranggen, Demak, Hadi Priyono (22), diringkus tim Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tembalang Semarang. Diduga, dia adalah mafia pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi di Kota Semarang. Sepak terjangnya sungguh menakjubkan.

Pemeriksaan polisi menyebut, Hadi beraksi tiga kali dalam seminggu. Setiap kali beraksi ‘sukses’ mencuri dua motor. ‘Profesi’ ini telah rutin ditekuni Hadi sejak 2008. Belum diketahui berapa jumlah motor hasil pencurian secara pasti, namun yang jelas telah ribuan motor dia sasak.

“Silakan hitung saja, jika setiap kali beraksi dapat dua motor, seminggu tiga kali dan telah berlangsung selama 5 tahun. Sedikitnya 1500-an motor dia curi,” kata Kapolrestabes Semarang saat gelar perkara di Polsek Tembalang, Selasa (29/1). 

Saat beraksi, Hadi bersama seorang rekannya berinisial P yang saat ini masih buron. Ia berperan sebagai joki, sementara P eksekutornya. “Saat beraksi mereka juga membawa pistol airsoft gun untuk menakut-nakuti korbannya. Sedangkan sasarannya adalah kos dan tempat parkir di Semarang. Jenis motor yang diincar Honda Mega Pro, Yamaha Vixion, dan Kawasaki Ninja,” ungkap Elan.

Tersangka terakhir kali beraksi Rabu 9 Januari 2013 di Jalan Gondang Timur II RT 01/RW 02 Kelurahan Bulusan, Tembalang, Semarang, dan Perum Korpri Blok W-I/1 RT 01/RW 03 Kelurahan Sendang Mulyo, Tembalang.

“Kami akhirnya berhasil menangkap tersangka. Barang bukti yang kami amankan adalah motor Yamaha Vixion AA 2917 OF, Honda CB150R H 2107 FKC, kunci "T", dan senjata airsoft gun. Sementara P masih diburu,” terang Elan didampingi Kapolsek Tembalang Kompol Widada.

Dalam proses penangkapan, dua pelaku sempat melakukan perlawanan. P mengacungkan senjata airsoft gun pada polisi sebelum akhirnya kabur. Sementara Hadi diringkus setelah petugas menembak kaki kanannya. “Kami telah mengintai jauh-jauh hari, tapi mereka sangat licin. Saat penangkapan, mereka berusaha kabur,” imbuh Elan.

Tersangka Hadi mengakui, motor hasil pencurian ‘dibuang’ ke seorang penadah berinisial Ud di daerah Randublatung, Blora, dan Dukuhseti, Pati. “Setiap motor jenis Mega Pro, Vixion dan Ninja dijual antara Rp 3 juta-Rp 4 juta. Uangnya dibagi berdua,” kata Hadi.

Ia mengaku kerap beraksi di daerah Tembalang, Unnes Sampangan, Genuk, Tlogosari dan lain-lain. “Saya mencuri motor karena tidak punya pekerjaan lain. Dulu pernah kerja di pabrik plastik, tapi karena gajinya kecil, akhirnya keluar,” ujar pemuda jebolan SD itu.

Saat ini ia mendekam di sel tahanan Mapolsek Tembalang. Untuk mempertanggungjawankan perbuatannya, Hadi bakal terjerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian. (abm/rif)


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

1 comment :

  1. ranmor disemarang sudah sangat meresahkan... hukum MATI saja pelakunya

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]