Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Derita Wanita Simpanan PNS Pemprov



Menjadi istri simpanan tak ubahnya makan buah simalakama. Takdir getir itulah yang menyeret perempuan Salatiga bernama Fenie (bukan nama sebenarnya).

Menjadi wanita simpanan tak pernah diangan-angankan oleh Fenie (38). Wanita ayu pemilik empat salon kecantikan ini awalnya bahagia menjadi selir seorang PNS Pemprov Jateng. Namun sejak dua tahun terakhir, ‘suami’-nya itu mulai berpaling ke mahasiswi UKSW Salatiga.

Fenie mengenal Anto (maaf, nama kami samarkan) yang berusia 52 itu saat keduanya menunggu mobil mereka dicuci di tempat cucian. Setelah berkenalan, mereka tanpa sengaja kembali bertemu di Mal Ciputra Semarang. Hubungan keduanya pun berlanjut.

Dua tahun hubungan cinta mereka terjalin. Pulang kerja, Anto selalu mampir ke rumah Fenie di kompleks perumahan di batas Kota Salatiga ke arah Solo. Anto bahkan sering menginap.

“Saya kadang kewalahan karena Mas Anto minta neko-neko. Namun saya menikmatinya. Namun, akhir-akhir ini, permintaan aneh muncul. Ia minta saya telanjang saat berdua di rumah,” tuturnya. Ternyata, apa yang dilakukan Anto itu hanya untuk membandingkan dengan mahasiswi yang kini juga ia pacari. Mereka bertemu setiap Sabtu dan Minggu.

Mahasiswi asal Jepara itu dikontakkan rumah di perumahan kawasan Tingkir, Salatiga. Untuk mengelabuhi tetangga, kontrakan diisi empat mahasiswi. Setiap Sabtu dan Minggu, ketiga mahasiswi itu pulang ke rumah masing-masing, di Boyolali, Temanggung, dan Batang.

“Di kontrakan itulah, kelakukan aneh Mas Anto yang suka melihat wanita bugil dilakukannya,” kata Fenie.

Wanita alumni sebuah sekolah tinggi di Semarang ini merasakan Anto mulai tidak bernafsu berhubungan intim dengannya, sejak awal Januari ini. Timbul bimbang dalam hatinya, melepas Anto rasanya sulit karena pria itu merenggut kegadisannya, tidak dilepas bikin sesak dada karena Anto mendua. Apalagi rival Fenie itu perempuan segar, masih mahasiswa pula.

“Terus terang sejak lulus kuliah saya gonta ganti pacar, tapi saya selalu menolak diajak berhubungan intim. Tapi dengan Mas Anto saya enjoy melakukannya. Entah, dia punya pelet apa. Bertahun-tahun kami berhubungan, tapi tak pernah Mas Anto akan menikahi saya, dan saya pun juga tidak pernah menanyakannya. Itulah salah satu kesalahan saya. Saya menjadi pihak yang lemah di depannya” sebut Fenie yang masih membujang hingga umur 38 sekarang.

Kini, di usianya yang mendekati 40, Fenie mulai bingung dan merasa sedih. Jika memutuskan Anto, apakah ada pria lain yang mau menikahinya? Apakah calon suaminya kelak mau menerima keadaannya yang sudah porak poranda? Fenie memohonn pada pembaca untuk sudi memberi saran dan masukan. Masukan dikirim ke redaksi Harian Semarang. (Heru Santoso)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

2 comments :

  1. knp harus mengharapkan sesuatu yng gak mungkin dan malah hanya akan membuat penderitaan di emudian hari...yang sudah yo sudah skarng mkir kedepn aja wong masih bnyak laki laki kok...

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]