Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Dua ABK Ditemukan di Pantai Sendangsikucing

Dua ABK KM Barito Pasifik yang meloncat dari kapal menunjukkan pelampung yang mereka gunakan untuk bertahan di lautan.
HARSEM/SMNETWORK/ROSYID RIDHO
KENDAL - Dua anak buah kapal (AKB) ditemukan terdampar di sekitar Pantai Sendangsikucing Rowosari dengan kondisi lemas, Minggu (6/1) petang.

Kedua ABK tersebut, melompat bersama enam rekannya lainnya, karena mengaku tidak tahan disiksa kapten kapal. Enam ABK lainnya belum diketahui nasibnya,  kedua korban kini ditampung di Polsek Rowosari menunggu keluarga menjemput.

Kedua anak buah kapal KM Barito Pasifik yang berangkat dari Muarabaru Jakarta itu, selama dua hari terapung-apung di laut. Keduanya melompat dari kapal bersama enam anak buah kapal lainnya, di sekitar perairan Laut Jawa.

Dua ABK yang ditemukan selamat adalah Agus Muhammad Arif (19) dan Eldi Muhammad Putra (18), keduanya warga Jakarta. Agus diselamatkan warga di dekat objek wisata PT Wersut Seguni Indonesia (WSI), sedang Eldi ditemukan di Pantai Sendangsikucing Baru. Saat ditemukan, mereka berdua tidak mampu berjalan karena kedua kakinya kaku. Delapan ABK itu kabur dari kapal karena mengaku tidak tahan dengan siksaan yang mereka terima dari kapten kapal. Mereka meloncat dari kapal di wilayah perairan Kalimantan.

Agus Muhammad Arif mengaku, bersama dua rekannya kabur dari kapal motor karena tidak tahan dengan siksaan yang diterima selama berada di kapal. Kapal itu berangkat bolak-balik Jakarta-Kalimantan untuk memancing ikan. Kapal yang dia tumpangi membawa 21 ABK. Lantaran tidak tahan dengan siksaan, mereka nekat melompat ke laut menggunakan pelampung. ''Kami sering mendapat siksaan dari kapten kapal,'' kata dia kepada wartawan di Mapolsek Rowosari.

Menurut pengakuan Agus, jika terdapat kesalahan sedikit, kapten kapal langsung menghajar dan membentak. Agus sendiri mengalami luka memar di punggung kiri karena kerap menerima siksaan. ''Selama dua hari, kami terombang-ambing di lautan tanpa makan. Kami minum mengandalkan air hujan. Kami sempat melihat kapal, tetapi kapal yang melintas itu tidak melihat kami,'' tuturnya yang mengaku baru sebulan bekerja di kapal motor tersebut.

Eldi menambahkan, lima orang melompat ke laut pada Jumat (4/1) pagi hari, dan tidak tahu kabarnya. Sementara tiga orang lagi melompat pada sore harinya di sekitar perairan Tegal. ''Sewaktu ditemukan, kami tidak bisa berdiri karena tidak makan selama dua hari dua malam,'' tambahnya.

Kedua ABK itu tidak tahu dengan nasib rekannya yang bernama Riski yang juga sama-sama melompat dari kapal. Pasalnya, setelah melompat dari kapal, mereka terpisah karena dihantam gelombang besar.

Kapolsek Rowosari AKP I Wayan Suprapta menjelaskan, korban ditemukan terpisah di Pantai Cahaya dan Pantai Sendangsikucing yang berjarak lebih dari satu kilometer. Kedua ABK itu menggunakan pelampung dan gabus sewaktu terjun ke laut. Korban menderita luka memar di sekujur tubuh diduga akibat penganiayaan yang dilakukan kapten kapal. ''Mereka untuk sementara menginap di Mapolsek Rowosari sembari menunggu jemputan dari keluarga,'' kata Kapolsek.

Humas PT WSI Hartoyo mengaku dua karyawannya, yakni Nur Salim dan Catur menyelamatkan satu korban yang dekat dengan objek wisata. Korban diselamatkan di  pantai dalam kondisi terapung di atas pelampung. Setelah diselamatkan, korban dibawa ke Puskemas Rowosari II. (H36/SMNetwork/tab)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]