Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

GEMPAR: Hentikan Bansos!

GEMPAR Semarang melakukan aksi demo menuntut pengawasan dana hibah dan bansos di Gedung Berlian DPRD  Jateng kemarin.
(HARSEM/CUN CAHYA)
SEMARANG-Sebagai upaya agar dana bantuan sosial (bansos) dan hibah tidak disalahgunakan, Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran Rakyat (GEMPAR) meminta pemerintah untuk menghentikan sementara penyalurannya. Permintaan itu disampaikan GEMPAR saat melakukan aksi unjuk rasa sekitar pukul 10.00 di Bundaran Jalan Pahlawan Semarang, kemarin.

Dalam aksinya, GEMPAR menyatakan selama ini penyelewengan dana bansos dan hibah itu kerap terjadi. Terlebih, alokasi dananya semakin meningkat menjelang pelaksanaan pilgub pada Mei mendatang.

Data yang dimiliki GEMPAR menyebutkan, menjelang pilgub tahun ini dana bansos dalam RAPBD Jateng 2013 sekitar Rp 9,24 miliar atau naik Rp 1,8 miliar dibanding realisasi pada 2012 lalu yakni Rp 7,37 miliar. Sementara dana hibah 2013 mencapai Rp 4,02 triliun atau naik Rp 780 miliar dibanding pada 2012 lalu yakni Rp 3,24 triliun.

“Dana bansos dan hibah yang dialokasikan pemerintah daerah rawan diselewengkan. Apalagi, mendekati pilgub. Kerap kali ditemukan modus korupsi politik dalam alokasi bansos dan hibah untuk pemenangan pilkada,” kata Kordinator Aksi Andri Apriliyanto.

Ia juga mengatakan alokasi dana bansos dan hibah itu layak untuk dihentikan sementara karena seringkali tidak tepat sasaran dengan adanya alamat palsu. Tercatat, masih ada Rp 26,89 miliar dana bansos dan hibah Jateng 2011 yang belum bisa dipertanggungjawabkan.

“Ketidakjelasan identitas penerima, bahkan modus korupsi politik yang terjadi diindikasikan aliran dana mengalir ke lembaga-lembaga yang dipimpin oleh keluarga, kolega, dan kroni-kroni penguasa,” ujarnya.
 
Untuk itu, lanjut dia, selain upaya penghentian sementara, perlu dilakukan transparansi penggunaan dana bansos dan hibah. Upaya transparansi itu sendiri dapat dilakukan bersama KPK, DPRD, dan lembaga audit keuangan negara.

“Yang terpenting, berantas oknum-oknum yang terlibat dalam penyelewengan dana bansos!,” tegasnya. Seperti diketahui, aksi unjuk rasa GEMPAR itu hanya diikuti oleh segelintir mahasiswa atau sekitar belasan orang sehingga tidak dilakukan pengawalan dari aparat keamanan. Aksi yang berlangsung sekitar setengah jam itu dilakukan di dua titik yakni di Bundaran dan depan gerbang Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang. (ano/tab)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]