Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pasokan Bawang Minim, Harga Melonjak

Pedagang sedang mengupas bawang di Pasar Johar Semarang, kemarin (SM/Fista Novianti )
SEMARANG- Pasokan bawang mulai menipis di sejumlah pasar tradisional Semarang. Kondisi ini memicu melonjaknya harga bawang hingga Rp 2.000-3.000 per kilogramnya dibanding dua pekan sebelumnya.

Minimnya pasokan bawang diakui sejumlah pedagang bawang di Pasar Johar Semarang. Tri Purwanti (28) menuturkan, harga bawang meningkat  sejak dua minggu terakhir. Saat ini harga bawang merah mencapai Rp 12.000/kg dibanding sebelumnya hanya Rp 9.000/kg. Sementara bawang putih naik dari Rp 22.000/kg menjadi Rp 24.000/kg.

''Stok bawang semakin menipis. Biasanya di tampah banyak sekali stoknya, ini hanya sedikit saja,'' ungkap Tri sembari mengaduk-aduk bawang dalam tampah.

Menurut dia, distribusi bawang dari daerah penghasil mengalami keterlambatan karena kondisi cuaca. Sering terjadinya hujan deras membuat distribusi agak tersendat. Seharusnya, bawang datang hari ini tapi datang hingga dua sampai tiga hari kemudian. Selama ini, Tri mengambil pasokan bawang putih dari Surabaya dan bawang merah dari Demak.

''Makanya harga bawang putih jauh lebih mahal dibanding bawang merah. Karena kami mengambil bawang merah di dekat kota Semarang di Demak. Sementara bawang merah jauh sekali di Surabaya,'' keluhnya.

Biasanya setiap hari Tri menerima stok bawang sekitar 4 truk saat ini hanya tersedia 300 karung saja. Itupun menurutnya, kualitas bawang tidak sebagus biasanya. Ada beberapa yang busuk dan dalam keadaan agak basah. Mengenai penjualan, Tri mengungkapkan penjualan agak menurun dibanding biasanya. Dalam sehari hanya terjual sekitar 4-5 kuintal jauh dari biasanya bisa 7-8 kuintal.

Pedagang bawang lainnya Muhammad Agus (30) di Pasar Gayamsari mengatakan, selain mahal, ia juga hanya mendapat sedikit pasokan dari pengepul lantaran stok terbatas. Padahal sehari Agus membutuhkan sekitar 10 kilogram bawang merah lokal untuk dijual. Lantaran pasokan menipis, ia terpaksa menjual bawang impor yang lebih murah seharga Rp 12.000/kg.

''Sekarang sulit, hari ini saja saya enggak dapat. Ini saja dapat sedikit kemarin tapi dicampur sama bawang yang besar-besar,'' ungkapnya.

Selama ini ia mendapatkan bawang merah yang didatangkan langsung dari Brebes. Sejak tiga pekan ini, terjadi keterlambatan pasokan pada komoditas itu. Menurut Agus, harga bawang sudah naik dari sana kemungkinan untuk menahan lonjakan permintaan. ''Jika harga tetap sama dikhawatirkan pedagang akan berhenti berjualan karena kehabisan stok,'' tukasnya. (K14-SMNetwork/yul )


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]