Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Proyek Rel Ganda Rusak Jalan Warga

HARSEM/LISSA FEBRINA
Salah satu warga Jrakah mengumpulkan batu-batu untuk menimbun jalan yang berlubang akibat sering dilewati truk material proyek rel ganda

 


Hujan yang terus mengguyur mengakibatkan jalan di beberapa wilayah rusak. Di Jrakah, kerusakan itu diperparah lagi dengan mondar mandirnya truk pengangkut material proyek rel ganda. Warga protes.

AKIBAT sering dilewati armada truk yang mengerjakan proyek double track atau rel ganda, Jalan Stasiun Jrakah Kelurahan Jrakah Kecamatan Tugu menjadi rusak parah. Warga berharap pihak proyek komit dan menepati janji untuk mengembalikan kondisi jalan seperti semula.

Dikatakan Inayah (45), salah satu warga RT 05 RW 02 Kampung Jrakah Kelurahan Jerakah, dampak dari pengerjaan double track cukup banyak di wilayahnya, selain kondisi jalan yang rusak sudah bulanan.

“Sebetulnya kemarin jalan sudah diurug dengan sirtu (pasir batu) dan kricak, tapi karena terus dilewati truk yang membawa material urugan jalur double track, jalan ambles lagi. Dan kalau hujan jalan penuh lumpur, becek, kerusakan tambah parah,” ujar Inayah, kemarin.

Selain itu polusi dari kerikil yang digunakan untuk mengurug jalur kereta api juga parah di siang hari. “Apalagi mengurugnya berkali-kali. Belum lagi suara bisingnya,” imbuh Inayah.
Hal senada juga diungkapkan Sodik (60), warga RT 04 RW 03 Jrakah yang juga merasakan dampak dari proyek double track. “Jalan menjadi rusak semua, akibat banyaknya truk material yang mondar mandir,” ujarnya sambil sibuk mengumpulkan batu untuk menimbun jalan yang berlubang.

Sodik juga mengatakan, dirinya tidak tahu sampai kapan proyek tersebut selesai, dan terus mengakibatkan aspal jalan terkelupas, serta menimbulkan banyaknya cekungan yang berisi lumpur. “Kami berharap pihak proyek memperbaiki jalan yang rusak. Dan kami juga berharap proyek cepat selesai, agar warga bisa menikmati kembali jalan kampung dengan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris LPMK Don Raharjo mengungkapkan, sebetulnya dalam perjanjian yang disepakati warga bersama CV Media Cipta Pratama (pihak I) yang mengerjakan pengurugan akses double track, paling lambat berakhir Desember 2012.

“Awalnya mereka minta 2 bulan, dan itu hanya minta akses, bukan proyek ini, tapi malah proyeknya yang masuk dan sampai sekarang masih berlangsung. Jalan menjadi rusak parah. Alasannya proyek molor karena hujan, tapi sayangnya pihak proyek tidak melaporkan,” beber Don Raharjo.

Memang, lanjut Don, pihak I bertanggung jawab penuh atas kerusakan Jalan Stasiun Jrakah yang dilalui truk dan bersedia memperbaiki seperti keadaan semula. Serta segala pembiayaan tenaga kerja yang ditunjuk pihak II (warga) menjadi tanggung jawab pihak pertama.

“Hanya saja, kami minta pihak proyek meyakini kami agar mereka komit dengan janjinya untuk memperbaiki jalan dan tidak melarikan diri. Kalau tidak ditepati, saya sebagai wakil warga akan menindaklanjuti masalah ini. Terus terang ini juga menjadi beban kami, karena warga ssulit mendapatkan akses yang nyaman seperti sebelumnya,” tandas Don.

Terpisah, Lurah Jrakah Siswanto mengatakan, bagaimanapun pihaknya harus mendukung proyek negara. Dan juga berharap akses jalan warga bisa kembali seperti semula. “Kerusakan jalan ini sudah berlangsung selama 3 bulan ini, kami berharap jalan rusak ini juga menjadi perhatian proyek, untuk mengembalikan jalan bagus kembali,” tandasnya. (lif/sae)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]