Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Xenia Terjun ke Sungai, Sopir Pilih Bunuh Diri

HARSEM/SMN/Nur Kholiq
Mobil Daihatsu Xeni bernomor H 8881 AW yang terjun ke kedung Sungai Bengkal Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Purworejo dievakuasi menggunakan mobil derek.





PURWOREJO-Kecelakaan misterius terjadi di jalan Purworejo-Magelang KM 9, tepatnya di Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Purworejo, Rabu (30/1) sekitar pukul 13.45.
     
Sebuah mobil Daihatsu Xenia bernomor H 8881 AW yang dikemudikan Surwinanto (29), warga RT 2 RW 1 Desa/Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang terjun ke kedung sungai Bengkal setelah sebelumnya menabrak pagar jembatan.
   
Peristiwa itu tergolong misterius lantaran pengemudi sebenarnya tidak luka parah. Sejumlah saksi mata
menyebutkan, begitu mobil masuk ke sungai pengemudi keluar sambil membawa gunting. Entah apa yang mendorongnya, pengemudi Xenia warna hitam itu di tengah sungai melakukan bunuh diri dengan menusuk-nusukan gunting ke lehernya.

Peristiwa itu sempat membuat miris masyarakat yang menyaksikan secara langsung. Aksi bunuh diri itu berhasil dihentikan petugas kepolisian dan pengemudi langsung dibawa ke RSUD Saras Husada. Namun karena luka tusuk di leher sudah cukup parah, pengemudi itu kehabisan darah hingga akhirnya menjemput ajal.

Salah satu saksi mata Suwanto (35) menyebutkan, saat kejadian dia berada di pertigaan Tumbak Anyar tidak jauh dari lokasi kecelakaan. "Mobil dari arah utara jalannya sudah tidak stabil. Ada yang mengejar karena kabarnya mobil Xenia itu sudah menabrak dua pelajar di Bener. Mungkin karena panik dan dalam keadaan mabuk akhirnya tidak bisa mengendalikan hingga akhirnya terjun ke sungai," katanya.

Sejumlah warga menduga aksi bunuh diri itu dilakukan karena pengemudi yang badannya banyak tato itu takut akan dimassa karena telah melarikan diri setelah menabrak anak sekolah. Namun motif yang melatarbelakanginya termasuk kronologi kecelakaan masih diselidi aparat kepolisian.

Saksi mata lainnya, Darmadi (29) warga Desa Ketosari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, mengatakan, sebelum terjun ke sungai, mobil tersebut sempat menyempret seorang warga di Jalan Raya Purworejo-Magelang KM 14 di Desa Ketosari.  Warga yang melihat kejadian itu, lalu mengejar dengan menggunakan sepeda motor. Pengemudi yang tahu dalam kondisi dikejar warga kemudian mempercepat laju kendaraan.

Salah satu warga di Desa Ketosari menelepon Darmadi yang sedang berada di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener. Dapat kabar tersebut, Darmadi kemudian mencoba menghadang mobil Xenia tersebut. Namun usahanya gagal karena laju mobil dengan kecepatan tinggi. Ia kemudian memutuskan untuk ikut mengejarnya. Hingga kecelakaan tunggal itu terjadi dan mobil masuk dalam sungai.

Mabil masuk ke dalam sungai dengan posisi tengkurap. Beruntung di bawah jembatan ada air tergenang sehingga pengemudi selamat. Namun setelah keluar dari mobil, pengemudi berusaha bunuh diri memotong lehernya dengan sebuah gunting. "Setelah keluar dari mobil, sopir kemudian mencoba bunuh diri dengan mengiris lehernya dengan gunting. Pengemudi juga berusaha menusuk-nusuk perutnya dengan gunting. Namun usaha itu gagal hingga terjatuh pingsan," kata Darmadi yang menyaksikan dari atas jembatan.

Darmadi kemudian meminta tolong dan didengar warga sekitar. Dengan cepat kejadian menyebar dan banyak orang yang ingin menyaksikan. Selang beberapa menit petugas dari Satlantas Polres Purworejo tiba dilokasi. Petugas mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Saras Husada Purworejo.

Dokter jaga Unit Gawat Darurat RSU Saras Husada Purworejo, dr Elang Siswanto MKes mengatakan, korban tiba di rumah sakit pukul 14.44 Wib. "Sampai di rumah sakit korban sudah dalam kondisi meninggal dengan kondisi luka di leher," kata dr Elang ketika dikonfirmasi wartawan di rumah sakit.

Dokter Elang menyebutkan, korban mengalami luka di bagian leher akibat terkena benda tajam. Luka robek di leher atau jangkung selebar 20 centimeter dan kedalaman luka 1 centimeter. "Korban meninggal karena kehabisan darah. Karena banyak darah yang keluar," imbuh dokter.

Kapolres Purworejo AKBP M Taslim Chairuddin melalui Kasatlantas AKP Sutoyo ketika dikonfirmasi menyatakan, kecelakaan ini disebabkan human eror. Laju kendaraan cukup tinggi sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. "Kami masih menyelidiki pasti penyebab dan motivasinya," katanya. (H43/SMNetwork/njs)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]