Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

2 Oknum TNI Rampok Rental Mobil



Setelah melumpuhkan penjaga, dua tentara ini membawa kabur mobil dari sebuah rental di Salatiga. Untunglah polisi berhasil meringkus mereka, di Solo.

Dua oknum TNI dari sebuah kesatuan di Kota Salatiga, masing-masing Praka JK dan Praka AG diduga telah melakukan perampokan mobil di rental Panglimo, Jalan Kauman 22, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Senin (4/2) dini hari kemarin. Kedua tentara ini membawa kabur satu mobil Daihatsu Xenia nopol H 8837 KB setelah melumpuhkan salah seorang penjaga malam.

Keterangan yang dihimpun Harsem menyebutkan, penjaga rental mobil, Joko Budiono alias Simin (45), mengaku bahwa kedua tangan dan kakinya diikat oleh kedua perampok itu dengan ikat pinggang, serta mulutnya dilakban. Sebelum mengikat dan melakban Simin, kedua pelaku memukul penjaga malam tersebut dengan benda keras yang diduga gagang pistol.

“Malam itu saya tidur saat dikagetkan masuknya orang tak dikenal ke dalam rumah. Tanpa basa-basi, mereka langsung mengambil kunci di kantor (rental). Saya bermaksud melakukan perlawanan, namun mereka langsung memukul dengan benda keras. Setelah itu tangan dan kaki diikat serta mulut saya dilakban,” kata korban Simin di Polres Salatiga, kemarin.

Setelah berhasil melepaskan ikatan dan lakban satu setengah jam kemudian, Simin pun bergegas mendatangi Mapolres Salatiga untuk melaporkan kasus yang menimpanya.

Dari laporan ini, sejumlah petugas Polres Salatiga langsung melakukan penyelidikan dan menggali informasi dari para saksi. Informasi yang diperoleh, mobil rampokan itu tampak di sebuah hotel di daerah Colomadu, Solo.

Tak menunda-nudan, Resmob Polres Salatiga langsung meringkus kedua pelaku plus mobil rampokannya di hotel tersebut.  Saat dibekuk, kedua oknum anggota TNI tersebut tanpa melakukan perlawanan. Kini keduanya masih menjalani pemeriksaan di Polres Salatiga.

Sementara, Dan Den Pom IV/03 Salatiga Letkol TNI Pongki Gasman mengatakan, setelah selesai dilakukan pemeriksaan di Polres Salatiga, kedua pelaku akan segera diperiksa di Denpom Salatiga.

Pihaknya, masih menunggu koordinasi dengan Polres Salatiga. Bahkan, jika dari hasil pemeriksaan telah memenuhi unsur adanya tindakan pidana, kedua oknum tersebut akan segera disidangkan di Pengadilan Militer.

“Jika kedua anggota TNI  itu terbukti bersalah, kami akan terbuka saat memrosesnya secara hukum, bahkan tidak ada yang akan ditutupi. Kedua pelaku itu selama ini memang tengah menjalani proses pemecatan atau PTDH, karena sebelumnya mereka telah melakukan pelanggaran,” tandas Letkol TNI Pongki Gusman, kemarin. (hes/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

2 comments :

  1. Oknum TNI yang merampok sebaiknya ditindak tegas dihukum sesuai perbuatannya dan dipecat saja dari kesatuan TNI, karena sudah mencemarkan nama baik institusi TNI, apalagi melanggar Sumpah Prajurit. Peringatan bagi anggota prajurit yang lain, agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum/kriminal.

    ReplyDelete
  2. Oknum TNI yang merampok sebaiknya ditindak tegas dihukum sesuai perbuatannya dan dipecat saja dari kesatuan TNI, karena sudah mencemarkan nama baik institusi TNI, apalagi melanggar Sumpah Prajurit. Peringatan bagi anggota prajurit yang lain, agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum/kriminal.

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]