Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Harga Kedelai Tak Menentu, Pemerintah Diimbau Turun Tangan

Penjual tahu di Pasaraya I menunggu pembeli. Harga kedelai yang tinggi membuat produsen tahu tempe kelimpungan.   
 SM/Moch Kundori
TINGKIR-Pemerintah diimbau untuk segera mengatur tata niaga kedelai. Sebab hingga saat ini harga kedelai masih tak menentu bahkan di luar kewajaran hingga menembus harga Rp 7.400 per kilo. Padahal harga normal seharunya dalam kisaran Rp 6.500 per kilogram.

Ketua Primkopti Salatiga, Sutrisno Supriyantoro mengatakan, pasar bebas dalam impor kedela yang selama ini diterapkan oleh pemerintah, ternyata hanya menguntung pihak tertentu  dalam hal ini importir.  Sementara Puskopti atau Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) di daerah  tidak mampu bersaing karena kesulitan modal.

"Kami dari Primkopti Salatiga  mendesak kepada pemerintah untuk segera mengatur tata niaga kedelai. Sebab belakangan ini harga kedelai sudah di luar batas kewajaran, karena sempat mencapai Rp 7.400/kg. Jika begini terus para perajin tempe akan kelimpungan, " katanya.

Sutrisno berharap  pemerintah kembali mengaktifkan fungsi Bulog (Badan Urusan Logistik) baik di pusat maupun di daerah agar lembaga ini bisa menangani tata niaga kedelai. Pasar bebas dalam impor kedelai yang selama ini diterapkan oleh pemerintah, ternyata hanya menguntung pihak tertentu  yaitu importir. Dia menyebut para importir itu bisa memainkan harga kedelai dipasaran. 

"Akibat persaingan itu, Primkopti yang menjadi tulang punggungnya para pengrajin bisa bubar  karena kalah bersaing harga kedelai. Harapan kami ada pengaturan tata  niaga kedelai yang jelas,” tegasnya.

Menurut Sutrisno, yang juga Ketua Puskopti Jateng itu, pada pertengahan Januari 2013 lalu, pihaknya selaku ketua Puskopti  diundang untuk ikut rakor di gedung DPR RI bersama pihak terkait, seperti Menteri Koperasi, menteri perdagangan, dan Bulog. Dalam rakor itu telah disepakati pemerintah akan segera mengatur tata niaga kedelai melalui Bulog.

"Harapan kami kesepakatan ini agar segera ditindak lanjuti, agar perekonomian rakyat ditingkat bawah terlaksana dengan baik.  Salah satu kesepakatan dalam rakor itu, lanjut Sutrisno pemerintah akan mengucurkan anggaran Rp 500 miliar untuk impor kedelai asal Amerika Serikat," katanya. 

Sutrisno berharap dalam impor kedelai melalui Bulog  jangan ada pihak yang bermain. Dengan begitu harga kedela bisa normal normal paling tidak di kirasan  Rp 6.500 per kilogram. (H32, J21-SMNetwork/yul )
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]