Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Iklim Tentukan Keberhasilan Swasembada Gula

Asisten IV Setda Jateng Eddy Djoko Pramono didampingi Kepala Dinas Perkebunan Jateng Tegoeh Wynarno Haroeno
 memukul gong menandai dibukanya rapat koordinasi pembangunan perkebunan di Patra Convention Hotel Semarang,
 Selasa (29/1) malam (SM/Royce Wijaya SP)
SEMARANG-Dinas Perkebunan (Disbun) Jateng optimis tahun ini bakal mampu mewujudkan target swasembada gula Jateng dengan menghasilkan produksi gula tebu sebanyak 368 ribu ton. Selain memperluas areal tebu menjadi 70 ribu hektar, optimisme ini muncul seiring dengan adanya program bongkar ratoon (penggantian tebu berusia tua dengan tanaman baru) seluas 15.670 hektare. Meski memiliki rasa optimis, Disbun tetap harus mewaspadai iklim pada tahun ini. Sebab, iklim bakal menjadi penentu kesuksesan program swasembada gula.

Kepala Dinas Perkebunan Jateng Tegoeh Wynarno Haroeno menyakini akan mampu mewujudkan target swasembada gula dengan kondisi cuaca normal. "Dengan program pertebuan yang sudah ada, kami yakin target swasembada gula bakal tercapai atau bahkan terlampaui. Tapi semua ini sangat tergantung dari iklim, kalau iklim berpihak kepada budidaya tebu, swasembada akan berjalan dengan baik," katanya kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Pembangunan Perkebunan Tahun 2013 di Patra Convention Hotel Semarang, Selasa (29/1) malam.

Menurut dia, tanaman tebu setelah ditanam sampai usia tiga bulan ini membutuhkan cukup banyak air. Kemudian, tebu yang berusia antara empat sampai enam bulan hanya membutuhkan sedikit air. Setelah itu, tanaman tebu tidak akan membutuhkan air lagi. Artinya, jika masa tanam tebu dilakukan pada November 2012, maka kondisi hujan sampai Januari tahun ini akan cocok dengan keberlangsungan hidup budidaya tebu. Pada Februari nantinya hujan diharapkan tidak banyak terjadi di Jateng, sedangkan Mei mendatang harapannya sudah memasuki kemarau.

"Kalau pengamatan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika-red) iklimnya cukup bagus, tetapi kenyataan di lapangan bisa saja berbeda. Ini yang harus diperhatikan pembudidaya tebu," tandasnya. Rapat koordinasi yang dihadiri 250 orang jajaran Dinas Perkebunan, perwakilan pabrik gula, APTRI, KPTR, dan tenaga kontrak perkebunan ini dibuka oleh Asisten IV Setda Jateng Eddy Djoko Pramono.

Berdasarkan data Disbun Jateng, luasan areal tebu tahun 2012 mencapai 64.501 hektar. Dari luasan tersebut, tebu yang digiling dengan rendemen rata-rata 7,23 ini kemudian menghasilkan gula mencapai 329 ribu ton. Menurut Pramono, komuditas tebu memang menjadi salah satu prioritas pengembangan komoditas perkebunan karena memerlukan ketersediaan secara berkelanjutan. Komuditas unggulan lain di Jateng ialah kopi, karet, kelapa, dan cengkih yang memiliki harga jual tinggi. (J17,H68-SMNetwork/yul)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]