Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Raup Laba dari Risoles Jumbo

Pengunjung sedang menikmati makanan ringan risoles di Resto & Cafe Dapur Mama Jalan Singosari Semarang, kemarin.
 SM/Fista Novianti
SEMARANG-Risoles merupakan salah satu makanan ringan yang digemari. Maka para pedagang risoles pun berlomba-lomba menawarkan risoles dengan beragam varian isi untuk meraup laba dari bisnisnya itu. Seperti yang dilakukan Nathalia Harini Iskandar (38).

Berawal dari kegemarannya memakan risoles ia kemudian memberanikan diri memproduksi risoles untuk dijual pada 2005 lalu. Bukan sembarang risoles yang ia buat, Nathalia membuat risoles berukuran jumbo. ''Kalau yang lain biasanya banyak tepungnya. Tapi ini lain, lebih banyak isinya,'' katanya saat ditemui di Resto & Cafe Dapur Mama miliknya Jalan Singosari Semarang, kemarin.

Risoles milik Nathalia berukuran jumbo 12 cmx7 cm. Sementara, yang lain hanya sekitar 7cmx4cm. Racikan risoles wanita kelahiran Semarang 5 September itu terdiri dari beragam rasa. Ada daging ayam, sosis, daging sapi, keju, jagung manis, ikan tuna, telur bahkan rasa durian. Satu risolesnya dijual dengan harga mulai Rp 7.000-Rp 7.500.

''Selain risoles spesial, saya juga memproduksi risoles dengan beberapa rasa dan isi. Saat ini saya telah membuat 12 macam risoles,'' ujarnya.

Awalnya tidaklah mudah memasarkan risoles miliknya agar dikenal luas. Pertama kali, Nathalia membuka counter di Mal Ciputra. Ia sengaja memilih pusat perbelanjaan karena di lokasi ini ramai pengunjung. Dengan begitu, risoles buatannya mudah dikenal pengunjung mal. Usahanya pun semakin berkembang. Kemudian, lulusan Universitas Atmajaya itu membuka counter lagi di beberapa pusat perbelanjaan di Semarang di antaranya DP Mall, Java Supermall, dan Mal Paragon.

Pertama kali memproduksi risoles di rumah lamanya yakni di Jalan Anggrek, ia hanya membuat 100 risoles tiap hari. Sekarang di tempat barunya Jalan Singosari, dalam sehari ia bisa memproduksi sekitar 600 risoles. Bahkan, saat menjelang Lebaran pesanan bisa mencapai 1.200 risoles. ''Selain lunpia, makanan camilan risoles bisa menjadi alternatif untuk oleh-oleh. Sebagian besar pelanggan membeli risoles untuk dibawa sebagai buah tangan,'' kata  ibu Kanaya dan Ryo ini.

Pelanggan risoles Nathalia tersebar di beberapa kota. Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, bahkan sampai ke luar negeri Singapura dan Hongkong. Dalam memproduksi ia tak sembarangan membuat risoles. Isi beserta kulitnya ditimbang satu per satu. Untuk satu buahnya harus memiliki berat 75 gram. Cara membuatnya pun tidak mudah. Untuk membungkus isi dengan kulit berbahan baku tepung terigu harus hati-hati. Jika tidak, hasilnya pun akan robek atau tak rapi.

Agar pelanggan tak bosan, dalam dua bulan sekali Nathalia berinovasi membuat risoles dengan rasa baru. Belum lama ini, ia menghasilkan risoles dengan rasa durian. ''Inovasi produk memang perlu hingga, pelanggan tidak bosan dengan rasa yang itu-itu saja,'' terangnya. (Fista Novianti-SMNetwork/yul )




Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]