Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Rukma Digerebek Hanya Isu



SAAT ini, beredar isu di lingkungan DPRD Jateng yang mengaitkan soal
penggerebekan Ketua DPRD Rukma Setyabudi dengan perempuan selingkuhannya. Menyikapi persoalan tersebut, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Agustina Wilujeng menilai isu yang beredar itu hanya untuk menjatuhkan/mendiskreditkan kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

    Ia juga menilai, kemungkinan besar isu itu dikembangkan oleh oknum atau lawan politik Rukma. Karena, kata dia, selama ini Rukma selalu menunjukkan perilaku yang baik terhadap partai dan DPRD.
    “Ngawur itu, nggak ada kabar seperti itu. Kejam banget yang melontarkan isu itu. Nggak sopan!” tegasnya kepada Harsem, kemarin.

    Ia juga menyatakan, beberapa hari ini Rukma tidak pernah digerebek seperti yang diisukan selama ini. Pasalnya, saat isu itu mulai berkembang, dirinya bertemu dengan Rukma saat kampanye Pilkada Puan Maharani di Kabupaten Banyumas pada Minggu (3/2) lalu.

    Tidak hanya itu, ia juga menyempatkan diri untuk bertemu Rukma sekitar pukul 13.00 kemarin (5/2). “Hari minggu saja ikut saya ke Banyumas dalam acara kampanye yang dihadiri Puan. Itu saja Rukma datang bersama istrinya. Masak kemudian muncul isu kayak gitu, nggak bener itu. Saya juga tadi (kemarin) janjian jam 1 siang ketemu dia (Rukma) di
kantornya dan semua baik-baik saja tuh,” jelasnya.

    Ia menyadari selama ini partainya menjadi sorotan, terutama para kadernya yang duduk di DPRD. Ia pun sangat berharap isu itu tidak perlu dikembangkan lebih jauh lagi sehingga tidak merusak citra PDI Perjuangan.

    “Memang, saat ini kita sedang menjadi ‘primadona’ yang selalu dibicarakan. Dapat terlihat dengan gencarnya pemberitaan di media sekarang. Mungkin, ada yang nggak suka dengan kita (PDIP) atau dengan kader kita sehingga memunculkan isu tersebut,” terangnya lagi.

    Rukma, saat dihubungi, mengaku sangat kaget dengan isu tersebut. “Isu itu ngawur mas. Kalau saya tahu siapa yang menyebarkannya, saya bisa tuntut itu. Nggak mungkinlah, wong saya sejak Sabtu (2/2) ke Banyumas dan baru Senin (4/2) pagi sampai Semarang. Itu nggak pernah, itu fitnah!” tegasnya jengkel.

    Sementara, Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly juga mengaku belum mendengar mengenai hal tersebut. Namun, kata Goyud panggilan akrabnya, jika ada yang melaporkan soal buruknya perilaku seorang anggota DPRD, maka laporan tersebut harus diserahkan ke BK secara resmi.

    “Tugas BK itu melakukan klarifikasi, baik itu persoalan kode etik maupun tatib (tata tertib). Kalau nggak ada laporan, gimana kita mau nerusinnya. Kalau ada laporan, akan kita panggil (Rukma) untuk dimintai keterangannya,” jelas Goyud.

    Ia menambahkan, fungsi BK juga memantau kehadiran anggota dewan. Tidak hanya kehadiran saat sidang paripurna tapi juga kehadiran di komisi dan rapat. “Setiap tiga bulan sekali, kita melaporkan persentase kehadiran anggota itu ke pimwan dan fraksi. Setelah itu, laporan tersebut bisa dievaluasi,” terangnya lagi.

    Seperti diketahui, Rukma diisukan telah digerebek oleh aparat kepolisian di rumah selingkuhannya. Isu tersebut kemudian merebak di lingkungan DPRD Jateng pada Senin (4/2) lalu. Namun, saat Harsem mengklarifikasi, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Harryo Sugihhartono mengaku belum menerima laporan soal penggerebekan tersebut.

    “Kami belum menerima informasi itu. Belum ada, kasus yang mana itu. Saya belum tahu,” kata Haryo. (ano/sae)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]