Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Teknisi Pompa Air Tewas di Sumur


Seorang teknisi pompa air tewas tercebur sumur di Jalan Cikuray II RT 05/RW 02, Kelurahan Kalilangse, Kecamatan Gajahmungkur Semarang, Senin (4/1) siang.

Diduga, ia kehabisan oksigen setelah beberapa jam di dalam sumur, berkedalaman 30 meter itu. Sebelum tewas, ia sempat hendak naik menggunakan tali namun karena kehabisan nafas, akhiranya ia terjatuh dari tali yang dipegangnya.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30. Korban yang bernama Slamet (50) warga Genuk Semarang itu diminta oleh pemilik sumur Ragiel Setiyadi (24), untuk mengganti pompa air dengan pompa baru. Slamet  datang di lokasi kejadian sekitar pukul 08.00.

“Dia datang sendirian. Dia sempat masuk ke dalam sumur untuk mengganti pompa air yang posisinya berada di dalam sumur. Tak lama kemudian, ia naik membawa pompa air lama. Slamet kemudian pergi ke toko untuk membeli pompa baru,” kata Ragiel.

Sekitar pukul 11.00, Slamet kemudian memasangnya di dalam sumur. Ragiel sendiri saat itu berada di dekat sumur. Sekitar satu jam, korban berada di dalam sumur hingga pukul 12.00, Slamet diminta oleh pemilik rumah untuk naik. “Maksudnya agar istirahat, makan siang dan sholat dulu. Tapi Slamet menolak dengan alasan pekerjaannya hampir selesai,” ungkap Ragiel.

Ragiel pun akhirnya menuruti apa yang diinginkan Slamet dan menununggu di sekitar sumur. Hingga beberapa saat kemudian, Slamet meminta Ragiel untuk menarik tali yang sudah dikaitkan ke tubuhnya. Ragiel yang dibantu temannya, Dinata, akhirnya menarik korban yang sudah memegang tali.

"Pak Slamet sudah pegang tali. Tarikan pertama dia bilang 'tunggu dulu', ada yang belum pas. Lalu tarikan kedua dan tiga lancar. Akan tetapi pas tarikan keempat, Pak Slamet bilang 'ambeganku wis rak kuat, Mas' (nafasku sudah tidak kuat, Mas). Tiba-tiba terdengar suara “Byur!” kami panggil-panggil, dia tidak menjawab," ungkap Ragiel.

Atas hal itu, Ragiel lantas bergegas melaporkan ke warga sekitar untuk meminta pertolongan yang diteruskan melaporkan ke kepolisian dan tim SAR. Tak lama kemudian sejumlah anggota tim SAR datang di lokasi kejadian. Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena saat itu hujan deras. Akhirnya jasad korban berhasil dievakuasi.

Indiden tersebut memancing warga sekitar mendatangi lokasi kejadian. Jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi untuk dilakukan otopsi. (abm/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]