Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Jembatan Pasir Lenyap, Tiga Sekolah Dimargersi

KELAS DARURAT : Para siswa masih belajar di dalam gudang Bawang Merah (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
DEMAK-Keberadaan jembatan Desa Pasir Kecamatan Mijen yang putus, sekarang menghilang alias lenyak ditelan kedalaman sungai Wulan. Mengantisipasi kesulitan siswa untuk belajar, akhirnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Demak melakukan marger terhadap tiga sekolah yang ada.

Jembatan Pasir merupakan akses utama bagi warga menuju kecamatan lain, bahkan pihak desa menempatkan tiga Sekolah Dasar (SD) diseberang jembatan, sehingga 435 siswa yang masuk sekolah bisa mengakses jembatan itu.

Namun, putusnya jembatan pada akhir tahun 2012, menyebabkan ratusan pelajar terlantar untuk menuju sekolah, mereka harus memutar sejauh 15 kilometer, selanjutnya pihak desa harus merelokasi ruang belajar para siswa berada di SDN Pasir 01 dan sebagian menempati rumah warga serta balai desa.

Belakangan Dindikpora telah memarger keberadaan tiga sekolah itu, yaitu SDN Pasir 03, 04 dan 05 untuk digabung menjadi SDN Pasir 02, namun pembangunan gedung sekolah baru juga masih menunggu waktu. Akibatnya nasib ratusan siswa yang lebih dari sebulan menempati sekolah darurat, masih terkatung-katung.

Menurut Kades Pasir Bambang Priyono, pihaknya sudah menyiapkan lahan kosong sekitar 4.000 meterpersegi. Lahan itu diperkirakan bisa untuk menampung 19 ruang lokal. Dia berharap para siswa segera menempati lokasi yang nyaman, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa lebih terfokus.

“Kemarin, surat soal curahan hati dari para siswa mensoal jembatan putus dan kondisi sekolah yang ditujukan kepada Presiden, telah terbalas. Balasan surat dari Kementerian Agama ini menyebutkan bahwa kondisi itu telah diinformasikan ke Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkapnya, kemarin.

Lanjut Priyono, namun jawaban itu masih terbatas sebuah kata-kata, sampai kini belum ada tindak lanjut dari surat tersebut, padahal jembatan desa yang putus, sekarang sudah tak berbekas alias hilang, tenggelam di dalam sungai Wulan.

Terpisah, Kepala Dindikpora Demak, H Afhan Noor mengatakan, dalam waktu dekat setelah turunnya petunjuk teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013, pihaknya langsung menganggarkan untuk membangun gedung baru SDN Pasir 02, dia berharap segera merealisasi pembangunan sekolah menyusul akan dilaksanakannya ujian nasional untuk kelas 6. 

“Saat ini siswa kelas 6 dari SDN Pasir 02 masih belajar di ruang kelas milik SDN Pasir 01, kami berharap mereka tidak terganggu untuk menghadapi ujian nasional beberapa bulan lagi,” pintanya.

Sementara untuk siswa kelas 1-5, masih menempati sekolah darurat  di rumah warga, balai desa dan bekas gudang bawang merah milik warga setempat. Terkait rencana pembangunan gedung SD, Dindikpora sudah mentargetkan pada bulan April sudah bisa dimulai realisasi gedung baru. (swi)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]