Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Oknum Provost Polrestabes Positif Narkoba


Kepolisian Republik Indonesia benar-benar tengah menghadapi ujian berat. Beragam peristiwa kurang menyenangkan menerpa institusi pengayom masyarakat ini.

Seorang anggota Provost Polrestabes Semarang, Aipda Ariyawan diketahui positif menggunakan narkoba. Hal tersebut diketahui setelah anggota polisi ini diperiksa oleh penyidik Propam Polda Jateng.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes John Turman saat dikonfirmasi membenarkan. “Hasil tes urine positif. Kami masih mengembangkan penyelidikan,” kata John, Selasa (18/6).

Teridentifikasi, sang aipda mengkonsumsi narkoba sejak beberapa bulan terakhir. Dikatakan John Turman, pihaknya masih terus meminta keterangan untuk mengetahui apakah Ariyawan ini ada pengguna murni atau mempunyai jaringan.

“Kami masih mintai keterangan untuk memetakan siapa saja yang menjadi rekan Ariyawan. Setiap pengakuan Ariyawan, akan kami jadikan catatan,” katanya.

Kendati demikian, John belum bersedia membeberkan narkoba jenis apa yang dikonsumsi anggota Provost Polrestabes Semarang itu. Juga belum diketahui bagaimana keterlibatan Aipda Ariyawan terkait kasus narkoba ini.

Ditanya apakah ada kemungkinan berkaitan dengan jaringan Iptu Hendro, John menyatakan masih dalam pengembangan. Sementara belum ditemukan indikasi keterkaitan dengan jaringan Iptu Hendro.  "Kemungkinan bisa terjadi, tapi sekali lagi masih kami dalami,” katanya.

Kabar yang berkembang di kalangan kepolisian, Ariyawan telah menggunakan narkoba sejak lama. Bahkan ditengarai, ia merupakan jaringan Iptu Hendro yang sempat menyeret sejumlah nama oknum polisi, termasuk Komandan Pangkalan AL Kolonel Antar Setiabudi. Iptu Hendro sendiri saat ini telah menjadi terdakwa dan proses sidang masih berlangsung.

Pada bagian lain, John mengatakan, para pecandu narkotika dan obat-obatan berbahaya masih enggan melaporkan diri, setelah sekitar dua pekan berjalannya imbauan yang disampaikan oleh pihak kepolisian.

"Mungkin mereka atau keluarganya khawatir atau malu," tuturnya.

Sebelumnya, kepolisian mengimbau pecandu narkoba melaporkan diri dan tidak akan diproses pidana secara hukum. Di Jateng terdapat ribuan pecandu narkoba, namun sejauh ini baru sedikit yang melaporkan diri, enam pecandu di antaranya melapor diri di BBN Kendal. Bahkan, pada imbauan yang berlaku mulai 1 hingga 30 Juni itu, akan disediakan rehabilitasi secara gratis. Meski demikian, John menuturkan belum ada yang melaporkan diri ke polisi.

Kepolisian di seluruh tingkatan, kata dia, siap menerima laporan dan tidak akan memroses mereka secara pidana. "Imbauan melaporkan diri ini sebenarnya bertujuan untuk memutus mata rantai antara bandar dengan pengguna," katanya.

Jika permintaan akan barang berbahaya ini berkurang, tentunya akan berdampak terhadap penawarannya. Oleh karena itu, ia mengimbau para pecandu narkoba untuk segera melaporkan diri. Imbauan tersebut, lanjut dia, kemungkinan akan terus berlaku meski setelah tanggal 30 Juni.

Meski mengimbau pecandu untuk melaporkan diri, upaya penindakan terhadap pelaku tindak penyalahgunaan narkotika tetap berjalan. "Kalau pecandu tertangkap saat menggunakan barang berbahaya itu dan didapati barang bukti, tentu tetap kami tindak secara hukum," katanya. (abm/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]