Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Labfor Mabes Polri Ambil Sampel Tanah

Aparat kepolisian tak menduga upaya mereka untuk menemukan jasad dosen Arsitektur FT Undip Yulanda Rifan akan berujung pada penemuan besar. Sejauh ini polisi menemukan tiga jenazah korban pembantaian dukun jagal dari Gunung Sumbing Muhyaro.

Lokasi penemuan ketiga mayat tersebut berada di sebuah ladang onclang milik Muhyaro (41) di Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Ladang pembantaian ini berada di lereng Gunung Sumbing sehingga sulit dijangkau. Dengan rumah tersangka berjarak sekitar satu kilo meter.

Dari hasil pemeriksaan polisi dan kesaksian adik korban dokter Rizal satu korban yang masih utuh dipastikan adalah Yulanda Rifan. Dosen Arsitektur Undip, yang juga putra Guru Besar Fakultas Hukum Undiversitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr Barda Nawawi SH.

Untuk memastikan identitas dua mayat lainnya, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Kota Semarang Minggu (28/7) mengambil sampel tanah di tiga titik ladang onclang Muhyaro.

Kedatangan Tim Labfor ini dipimpin langsaung Kalabfor Polda Jateng Kombes Slamet Iwanto. Dua titik diantaranya merupakan sampel tanah dari lokasi dua mayat tanpa identitas yang dibaringkan berjejer dengan posisi saling berlawanan dan kedua kaki saling menindih.

Kedua mayat tersebut dalam posisi menelungkup menghadap bumi. Meski jasad mereka sudah rusak namun keduanya masih mengenakan pakaian lengkap sehingga bisa menjadi salah satu petunjuk.

Dugaan sementara mereka merupakan dua bersaudara guru SMP yang berasal dari Banjarnegara dan Kroya, Cilacap. Namun untuk kepastiannya, polisi harus melakukan tes DNA dan otopsi.

Satu titik lainnya merupakan tanah ditemukannya Yulanda Rifan, Sabtu sore kemarin. “Ini ada kaitannya dengan pembuktian sebab-sebab kematian ketiga korban sebelum ditanam di lokasi,” jelas Kombes Slamet Iswanto, Minggu(28/7).

Kombes Slamet Iswanto menjelaskan sampel tanah tersebut selanjutnya akan diuji di laboratorium dan kemudian dicocokan dengan hasil otopsi RS Bhayangkara terhadap tiga jasad yang ditemukan.

Hal ini dinilai penting guna mengungkap penyebab kematian, serta bagaimana cara Muhyaro dalam membantai para korbannya. “Hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara akan kita singkronkan dengan sisa-sisa di Tempat kejadian Perkara (TKP)," kata dia.

Menurut Kombes Slamet Iswanto dari hasil penelitian kandungan tanah akan diketahui juga  berapa lama korban dikuburkan di kebun tersebut.

Saat ditanya soal identitas mayat, Kombes Slamet mengaku belum tahu karena proses otopsi masih berlangsung. "Hasil otopsi belum keluar. Kami masih menunggu," jelasnya.

Selain mengambil sampel tanah, petugas juga melakukan olah TKP. Tampak beberapa petugas mengukur lubang tempat dua mayat tanpa identitas dikubur.

Sementara itu, Polres Magelang kembali mengerahkan anggotanya untuk melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penguburan jenazah korban pembantaian dukun  jagal dari Gunung Sumbing.

Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitoyo mengatakan pihaknya mengerahkan tim kecil beranggotakan 25 untuk menyusur lokasi-lokasi prioritas. Mereka dibantu oleh warga sekitar untuk memudahkan pencarian.

"Kami tengah menginventarisasi lokasi-lokasi yang mencurigakan untuk dijadikan prioritas dalam penyisiran selanjutnya. Dimungkinkan masih ada korban lain sehingga penyisiran dilakukan," kata AKBP Murbani. (H66-SMNetwork/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]