Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Naiknya Harga BBM

Dampak Psikologis Hotel dan Rumah Makan
SALATIGA – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada bisnis rumah makan dan perhotelan.

Dampaknya sangat kentara pada masalah psikologis. Pasalnya, jika tidak menaikkan harga, akan sangat berat untuk melakukan operasional. Bagian Promosi Perhimpunan Hotel dan Rumah makan Indonesia (PHRI) Kota Salatiga, Arsi Adji Sadjiarto mengatakan, kenaikan harga BBM membuat pengusaha rumah makan dan perhotelan terpukul. Meski tidak sampai harus gulung tikar namun efeknya sangat terasa. Apalagi tak lama akan memasuki bulan puasa dan lebaran, harga-harga tersebut kembali akan mengalami kenaikan.

Seyogyanya pemerintah membuat kebijakan khusus yaitu melakukan control semua harga di pasar. Pasalnya, belum ada patokan harga yang pedoman para pelaku usaha maupun pedagang di pasar.

“Selama ini, yang terjadi adalah mekanisme pasar dan bukannya mekanisme pemerintah akan masalah harga. Pemerintah selama ini hanya sekedar melakukan operasi pasar, survey harga, ataupun kegiatan yang lain yang tidak menyentuh secara keseluruhan. Dengan kondisi sekarang ini, maka PHRI Salatiga mengantisipasinya dengan melakukan pengetatan biaya-biaya,” jelas Arso Adji.

Khusus untuk PHRI, hingga kini tidak ada patokan khusus terkait kenaikan harga. Semuanya tergantung pada masing-masing pengusaha. Sehingga, bagaimana menyiasatinya dengan naiknya harga BBM ini dengan pasar dari usahanya. Jika itu rumah makan, maka pihaknya melakukan model subsidi silang, artinya satunya naik namun yang satu tidak naik harganya.

“Saya contohkan akan kenaikan harga setelah kenaikan harga BBM dan sebelum puasa, harga ayam sekarang ini mencapai Rp 32.000/kg, daging sapi super mencapai Rp 90.000/kg, serta beras yang mencapai Rp 9.500 hingga Rp 9.700/kg. Jelas ini akan berimbas pada usaha rumah makan. Namun, saya belum berani menaikkan harga. Rencananya, baru pada puasa mendatang karena jika tidak ada kenaikan harga maka akan menjadikan kendala dalam pengoperasiannya,” terang Arso, yang juga pemilik dan pengelola RM Joglo Bu Rini Salatiga.

Menurutnya, khususnya untuk rumah makan akan menuai panenan konsumen pada saat lebaran 2013 mendatang. Rata-rata pada H-3 dan H+7 Lebaran, maka yang terjadi rumah makan akan diserbu para konsumen. Selain itu, pada bulan puasa lebih banyak mengandalkan  buka puasa bersama, dan ini pun skalanya hanya kecil. (Heru Santoso/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]