Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pertamina Sengsarakan Sopir Truk

Bekerja di BUMN itu enak. Begitu sebagian orang bilang. Nyatanya, ungkapan itu tidak berlaku bagi sopir truk pengangkut BBM Pertamina.


Ratusan sopir truk pengangkut BBM menggelar aksi demo dan mogok di depo PT Pertamina Jalan Pengapon Kelaurahan Kemiajen Kecamatan Semarang Timur, Rabu (3/7) pagi. Pasalnya ratusan pengemudi tersebut menuntut sejumlah hak dan biaya pengangkutan minyak yang selama ini dilakukan.

Juru bicara pengemudi truk pengangkut BBM di depo Pertamina Pengapon Kota Semarang, Sujarwo menuturkan, mereka yang tercatat sekitar 350 pengemudi truk pengangkut BBM terpaksa melakukan aksi mogok untuk menuntut kejelasan upah pokok, upah angkut dan jam kerja.

“Kami minta transparansi termasuk biaya pengangkutan yang selama harus dibayarkan selama ini. Sejumlah hak kami itu tak dibayarkan dengan transparan berapa jumlahnya dan hitunganya bagaimana,” beber Sujarwo.

Saat diminta menjelaskan hitung-hitungan nilai upah dan biaya angkut yang telah dikeluhkan oleh pengemudi, Sujarwo engan menjelaskannya. Kendati demikian, Sujarwo tak menyangkal selama ini upahnya sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK).

“Namun upah itu belum dihitung dengan biaya angkut dan jam kerja yang selama ini seakan dipaksakan oleh manajemen,” imbuhnya seraya meminta agar pihak Pertamina kembali mempekerjakan rekannya di depo Boyolali dan Yogayakarta yang sebelumnya dipecat.

Sementara itu, perwakilan menejemen Depo Pertamina Pengapon, Totok, enggan berkomentar banyak kepada wartawan. Dia hanya menyatakan telah menangani aksi mogok itu agar berhenti. Aksi itu berlangsung sejak pukul 05.00 hingga 11.00.

Setelah puas mogok, mereka kembali kerja setelah manajemen depo berjanji memberikan ruang pembahasan di waktu mendatang. “Mereka sudah mulai aktivitas setelah ditemui. Kami sedang mengupayakan negosiasi dan telah menghentikan aksi mogok, untuk menghindari kelangkaan di stasiun pengisian,” ujarnya.

Kendati demo hanya digelar hingga pukul 11.00, dipastikan aksi tersebut menimbulkan aktivitas distribusi BBM di depo Pengapon macet total, karena tak satu pun truk pengangkut minyak yang mau mengisikan BBM.

Terpisah, juru bicara PT Pertamina area pemasaran Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Robert Dumatubun mengatakan, aksi mogok kerja pengemudi truk minyak di Depo Pertamina Pengapon, Semarang, sejak pagi hingga Rabu (3/7) siang, tidak mengganggu layanan distribusi bahan bakar minyak di sepanjang pantai utara (Pantura) Pulau Jawa.

“Persediaan di SPBU dan pasokan BBM di Rembang hingga Pekalongan, masih tersedia. Aksi mogok sudah berakhir pukul 11.00 (kemarin) dan aktivitas pengiriman kini sudah kembali dimulai. Kami memastikan Pertamina segera menangani bila terjadi kelangkaan di sejumlah SPBU,” tandasnya.

Robert juga memastikan aksi protes pengemudi sedang direspons. Manajemen telah mengajak para pengemudi untuk bernegosiasi agar aksi serupa tak terulang.  (lif/rif)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]