Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Topang Program Wisata, Jalan Sekitar Banjir Kanal Barat Dibangun

Sejumlah orang sedang memanfaatkan fasilitas taman di sekiatr kawasan Banjir Kanal Barat untuk bersantai, kemarin. Untuk menopang program wisata, jalan sekitar Banjir Kanal Barat akan dibangun dengan anggaran Rp 13 miliar. HARSEM/SM/MAULANA M FAHMI
GUNA menopang program pariwisata di kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), Pemkot Semarang akan melakukan pembangunan dan perbaikan jalan di sekitar tempat wisata baru tersebut. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 13 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga, Iswar Aminuddin mengatakan, sebagai tempat yang diprogram jadi jujukan wisata baru, infrastruktur di sekitar kawasan Banjir Kanal Barat harus diperbaiki. "Rencana perbaikan jalan sekitar kawasan akan dilaksanakan tahun ini. Jalan yang diperbaiki di antaranya Jalan Basudewo-Jalan Bojongsalaman-Jalan Kokrosono dengan anggaran Rp 6 miliar dan pembangunanan Jalan Madukoro dengan anggaran Rp 7 miliar," tegasnya.
Untuk Jalan Madukoro, karena selalu tergenang, rencananya akan dibangun dengan konstruksi beton. Mengingat jalan ini juga akan difungsikan sebagai akses ke bandara. Saat ini perkembangannya sudah memasuki anzwizing (penjelasan ke kontraktor). Dalam waktu dekat pekerjaan sudah akan dimulai.
"Diharapkan akhir tahun ini sudah bisa selesai secara fisik. Jika sudah selesai, kami berharap bisa menunjang pemkot yang berencana menjadikan Banjir Kanal Barat sebagai kawasan wisata," tegasnya.
Sementara tahun 2013 ini, Dinas Bina Marga Kota Semarang total mengerjakan 39 paket pekerjaan pembangunan fisik dan tiga pembebasan tanah dengan anggaran total Rp 226 miliar. Kegiatan fisik yang sedang berjalan ada 10 paket, di antaranya pengembangan akses bandara Ahmad Yani (Rp 58,5 miliar), Jalan Imam Suparto atau yang dikenal dengan Jalur Sigar Bencah (Rp 4,4 miliar), dan Jalan Mangunharjo.
Selain itu juga ada lima paket yang sedang berproses di Unit Layanan Pembangunan (ULP) Kota Semarang. Di antaranya pembangunan Jalan Untung Suropati tahap II dengan anggaran Rp 11 miliar, perbaikan Jalan Padi Raya dengan anggaran Rp 545 juta, pelebaran jalan dan jembatan Kali Mas Cangkiran Mijen.
“Dengan pelebaran Jalan Cangkiran tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di ruas jalan tersebut. Sedangkan untuk jalan BSB akan diserahkan kepada pihak pengembang,” ujar Iswar. 
Sebagai informasi, Kawasan Banjir Kanal Barat dibangun sepanjang 9,2 kilo meter dengan nilai anggaran Rp 288 miliar. Pembangunan yang dimulai sejak November 2009 itu selesai pada Desember 2012. Pemerintah Kota Semarang akan menjadikan Banjir Kanal Barat sebagai kawasan wisata sungai. Kebijakan ini sedang dikaji bersama dengan pemerintah pusat dan provinsi guna merealisasikan kawasan yang dulu ditargetkan menanggulangi banjir dan rob di ibu kota provinsi Jawa Tengah itu.
"Kawasan yang telah selesai dibangun itu indah sekali. Saat ini kami sedang mengkaji untuk digunakan sebagai kawasan wisata," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Semarang, Nurjanah beberapa waktu lalu.
Pemanfaatan kawasan tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana yang selama ini bertangung jawab pelaksana proyek dari pemerintah pusat. Nurjanah mengaku, dalam waktu dekat juga meyelenggarakan event festival perahu arak untuk menarik minat publik. "Tak hanya pemerintah yang ingin memanfaatkan kawasan itu, masyarakat juga banyak yang mengajukan kegiatan," ujar Nurjanah.
Ia yakin pemanfaatan kawasan sungai mampu menarik kunjungan wisata di Kota Semarang. Dengan begitu tempat yang dulu kumuh kini bisa bermanfaat sebagai ruang terbuka hijau untuk publik. (SMNetwork/H71,H35/sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]