Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Lagi, Bandit Jalanan Diringkus

Satu persatu para gali yang suka membacok pengendara motor di jalan raya dibekuk. Tapi mereka tidak kapok juga.

Dua perampok jalanan diringkus tim Reskrim Polsek Semarang Barat. Mereka beraksi memakai senjata parang dan membacok korbannya saat melintas di Jalan Abdul Rahman Saleh Semarang Barat. Mereka adalah Sugeng Prihanto alias Antok alias Sueng (24), warga Poncowolo Barat I nomor 687 RT 09 RW 06, Pendrikan Lor, Semarang Tengah; dan Dwi Aries Prasetyo alias Kiteng (20), warga Jalan Dr Ismail nomor 09 RT 01 RW 11, Gisikdrono, Semarang Barat.

"Kedua tersangka membacok korban Susanto (22) warga asal Karanggede RT 13 RW 04, Boyolali bertempat tinggal di Jalan Prof Hamka nomor 16 Komplek PKL RT 01 RW 06 Ngaliyan," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Satu unit motor Honda Revo hitam, H 5987 QW dengan STNK atas nama Suwito, warga Jalan Bukit Beringin Timur X/E nomor 171 Ngaliyan, dibawa kabur. "Di dalam jok motor terdapat uang milik korban Rp 1,7 juta," imbuh Elan didampingi Kapolsek Semarang Barat Kompol Tani Permana.

Dikatakan Elan, modus yang dilakukan tersangka, komplotan ini mengikuti korban yang mengendarai motor, kemudian memepet dan langsung membacok korbannya. "Mengetahui korbannya tersungkur, kemudian mereka merampas motor," imbuhnya.

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan sebilah pedang bergagang besi sepanjang 40 cm. Selain itu diamankan juga hasil kejahatan berupa motor hasil curian.

Kejadian perampasan motor itu terjadia di Jalan Abdurrahman Saleh tepatnya depan Rumah Dinas Wali Kota Semarang, pada Selasa (25/6) sekitar pukul 05.00. "Salah satu tersangka merupakan tersangka kasus pengeroyokan. Setelah ditangkap dan dikembangkan, ternyata dia juga pelaku perampasan. Penyelidikan berikutnya kemudian menangkap tersangka lain," terang Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana.

Tersangka Antok mengaku, aksi perampokan tersebut sudah direncanakan. Mereka mengendarai Yamaha Mio, hitam tanpa plat nomor, ia mengampiri Aries.

"Parang itu milik saya, kemudian mengajak Aries untuk mencari sasaran," ujar pria yang bekerja di sebuah Agen Bus di daerah Krapyak itu.

Aris kemudian berperan sebagai joki, sementara Antok merupaka eksekutor dengan menenteng parang. "Korbannya saya bacok di tangan kanan," imbuhnya.

Usai beraksi, sepeda motor hasil rampasan disembunyikan di tempat kos Aries di daerah Mangkang. Sementara uang yang tersembunyi dalam jog motor dibagi dua. "Aries saya beri uang Rp 400 ribu. Motor hasil curian belum sempat kami jual," kata Antok.

Sementara tersangka Aris mengaku mau diajak merampok karena sedang butuh uang. "Gaji saya tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," ujar pemuda tukang las yang per-hari mengaku berpenghasilan Rp  25 ribu itu. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP dan 351 KUHP. (abm/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]