Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Calon Bupati Magelang Diancam akan Dibunuh

Anggota Polres Magelang mengamankan barang bukti berupa amplop coklat berisi surat ancaman dan dua buah peluru.
TEGALREJO- Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Magelang mulai memanas. Hal ini ditandai dengan munculnya ancaman pembunuhan terhadap cabup Susilo SPt yang diusung koalisi PAN dan PPP.
    
Ancaman tersebut dikirimkan melalui surat kaleng yang berisi foto Susilo dan kalimat bernada ancaman jika Susilo sampai terpilih menjadi Bupati Magelang dalam Pilkada 27 Oktober besok.
    
Isi ancaman tersebut yaitu, Kamu Keluargamu Tumbalnya !!! Kemudian pada bagian bawahnya ada foto Susilo yang ditambahi tanda =, plus tulisan Menang. Bagian terakhir, ada tulisan, Berarti ini- ditambahi tanda panah ke arah dua butir peluru aktif dan kata ‘ledak’.
   
 Di dalam surat tersebut juga disertai dua butir peluru aktif jenis 9 mm. Surat berkode PUU.62.Kal ini dikirim ke Posko Pemenangan Susilo-Mujadin (SM) di Dusun Diwak, Desa Purwosari,Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada Rabu pagi (23/3) sekitar pukul 06.30.
   
 Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono mengatakan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti ancaman berupa surat dan dua butir peluru.
"Keluarga Susilo kemudian menghubungi polisi dan kami langsung ke lokasi untuk mengamankan benda tersebut," ujar Murbani usai menghadiri Debat Kandidat Bupati Magelang periode 2013-2014 di Grand Artos Aerowisata Hotel, Rabu malam.
    
Kendati demikian, kapolres mengaku belum dapat menyimpulkan motif  teror tersebut apakah terkait dengan Pemilihan Bupati atau tidak. Disebutkan polisi masih melakukan penyelidikan dan mencari keterangan dari sejumlah saksi.
    
"Jika berupa surat kaleng, dugaan sementara motifnya memberikan ancaman. Kami masih melakukan penyelidikan atas teror ini, jadi kami belum dapat memastikan apa motif sebenarnya," tandas Murbani.
   
 Menurut Murbani, Polres Magelang akan berkoordinasi dengan Labfor Semarang untuk melakukan uji balistik. Hal ini penting dilakukan guna mengetahui jenis, kaliber peluru dan kepemilikannya.
    
"Kami menghimbau masyarakar Magelang untuk tidak terpancing dengan upaya teror tersebut dan agar pelaksanaan Pilkada pada 27 Oktober 2013 berjalan secara tertib dan damai," tegas Murbani.
    
Sementara itu, juru memasak keluarga Susilo Darmi (54) mengaku menemukan amplop besar berwarna coklat muda tergeletak di meja depan RM Bebek Goreng Diwak yang bersebelahan dengan Posko Pemenangan SM, Rabu pagi (23/3) sekitar pukul 06.30.
    
Darmi kemudian menyimpan amplop tersebut di lemari etalase toko. Karena amplop ditujukan untuk Bapak (Susilo) , ya saya simpan di lemari. Niatnya kalau nanti bapak atau ibu datang, baru saya serahkan, kata Darmi.
    
Keluarga Susilo baru mengetahui perihal amplop tersebut pada Rabu sore. Saat kami buka sekitar pukul 18.30, kami kaget karena ada surat ancaman. Kami kemudian lapor ke polisi, kata Haris (41) adik ipar Susilo. (H66/SMNetwork/njs)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]