Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

"Kegelapan" di Migrasi Kolong Meja *Pameran Seni Rupa Karya Hanafi

LUKISAN ABSTRAK: Karya-karya Hanafi yang bernafaskan abstrak dipamerkan di Galeri Semarang hingga awal November nanti.
PULUHAN lukisan bernafas abstrak dipajang di dinding-dinding Galeri Semarang, Kawasan Kota Lama. Tak hanya itu, video dan instalasi, juga dipamerkan di sana. Semua karya tersebut milik Hanafi, perupa kelahiran Purworejo yang kini tinggal di Jakarta.
 
Dalam pameran bertajuk “Migrasi Kolong Meja” itu, Hanafi menampilkan 20 karya dua dimensinya. Karya-karya yang sangat kental dengan abstrak, aliran yang selama ini memang disebut sangat dekat dengannya. Kolong meja seperti yang disebut dalam judul pameran tak bisa dijumpai dalam bentuk senyatanya. Yang ada hanya goresan-goresan menyerupai.
 
Semua lukisan terlihat menampilkan warna yang suram. Sebagian besar didominasi warna hitam dengan goresan-goresan warna lain seperti coklat atau putih. Seluruh karya berukuran hampir 2x2 meter.

Soroti Kegelapan
Kurator Agung Hujatnikajennong mengungkapkan, sudah lama Hanafi mengolah gagasan tentang ruang. Namun, kali ini, perhatiannya lebih tertuju pada ruang di bawah meja, sebagai suatu metafor tentang "kegelapan." Hanafi ingin membongkar kegelapan itu. Berkaca pada fenomena sosial sehari-hari, Hanafi menganggap bahwa selalu ada persembunyian yang harus diterangi, seperti halnya kepalsuan-kepalsuan harus ditelanjangi dari selubung formalnya.
 
Kurator yang lain, Afrizal Malna, menyatakan, ruang di bawah meja adalah proyek yang membawa Hanafi kembali ke biografi ruang visual masa kanak-kananya. Dia menjelaskan, saat masih di Purworejo, Hanafi melihat perabotan seperti meja dan kursi dijual berkeliling oleh orang-orang yang memanggulnya dengan bantuan bambu. Kolong tidak ada saat meja itu masih dipanggulnya. Kolong adalah bonus bagi pembelinya setelah meletakkan meja di rumah.
 
Sementara setelah hidup di Jakarta, meja dijual di dalam toko-toko, sehingga kolong sudah ada. Pengalaman ruang dan objek-objek seperti itu, menggoda Hanafi untuk kembali mempertanyakan soal "kolong" dalam dunia ruang.
 
Pemilik Galeri Semarang, Chris Darmawan, menjelaskan, pameran tersebut digagas bersama Koman Wahyu Suteja dan akan dibawa juga ke Komaneka Fine Art Gallery. Di Semarang, setelah dibuka Jumat (25/10) malam, pameran akan berlangsung hingga awal bulan depan. (SMNetwork/Adhitia Armitrianto/sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

1 comment :

  1. Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




    agen tiket murah

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]