Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Konsep SI Masih Relevan Diterapkan

TELECONFERENCE: Gubernur Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada Pekan Kesadaran Nasional Sarikat Islam melalui teleconference Telkom U Meet Me di ruang Studio Mini, kantor gubernuran, Rabu (23/10).
KONSEP trilogi Sarikat Islam (SI) dinilai masih relevan diterapkan dalam pandangan atau pemikiran di bidang politik, ekonomi, moral, dan ideologi untuk bangsa saat ini. Konsep besar yang diusung pendiri SI, Tjokroaminoto akan mampu mewujudkan kemerdekaan sejati dan tanpa rasa takut.

Ketiga konsep trilogi itu ialah sebersih-bersihnya tauhid, setinggi-tingginya ilmu pengetahuan, dan sepandai-pandainya siasat. Hal ini terungkap dalam acara Pekan Kesadaran Nasional Sarikat Islam di pendapa Pemkab Banjarnegara, Rabu (23/10).

Acara yang digelar dalam rangka Milad ke-108 Sarikat Islam ini dibuka Gubernur Ganjar Pranowo melalui telekonferensi di ruang Studio Mini, kantor gubernuran. "Sarikat Islam dalam peta sejarah telah berusia 108 tahun, penerapan trilogi Sarikat Islam saya rasa masih relevan diterapkan pada pembangunan berbagai bidang pada saat ini. Konsep besarnya pun sesuai misi gubernur, yakni mewujudkan masyarakat Jateng sejahtera dan berdikari," tandas Farina yang merupakan perwakilan sejumlah organisasi di hadapan gubernur.

Pekan kesadaran nasional itu dihadiri Bupati Banjarnegara Sutejo Slamet Utomo dan Kapolda Jateng Irjen Dwi Priyatno. Organisasi yang turut memeriahkan kegiatan itu adalah Wanita Sarikat Islam, Serikat Pelajar Muslim, dan Serikat Sarjana Muslim.

Sebagai informasi, SI yang awalnya bernama Serikat Dagang Islam (SDI) ini didirikan Haji Samanhudi pada 16 Oktober 1905. SDI organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama Islam, sedangkan perekonomian rakyat sebagai dasar pergerakannya. 

Pada 1912, SDI oleh Tjokroaminoto diubah namanya menjadi Sarikat Islam. Hal ini supaya organisasi tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi, tetapi juga politik. Dalam kesempatan itu, Ganjar menyambut positif perkembangan SI yang begitu pesat. Dari tahun ke tahun, SI terus berkembang hingga perayaan milad. "Spirit inilah yang harus dicontoh, tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan untuk membangun dan menata kehidupan agar lebih baik. Sampai kapan pun sesuai kata Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah atau Jas Merah," jelasnya. Gubernur meyakini, kader-kader SI merupakan cendekiawan yang religius, juga cerdas dan responsif.

Diharapkan, organisasi bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, kegiatan yang dilakukan harus ditingkatkan untuk membantu masyarakat. Sebagaimana diketahui, perayaan milad ini dibarengi momentum untuk memperjuangkan gedung SI di Jalan Gendong Selatan Nomor 1144, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.

Gedung tersebut telah memenuhi syarat sebagai bangunan cagar budaya (BCB) dari hasil kajian tim Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Sesuai rencana, hasil kajian BPCB itu akan diserahkan ke Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi supaya bisa ditetapkan sebagai BCB. (SMNetwork/J17,H68-sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]