Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Suling Minyak Latung Jadi Bensin

Muhtadi memasang drum untuk menampung minyak latung.
BOYOLALI- Selama lima tahun, Muhtadi (41), warga RT 2 RW 4 Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro sibuk mengolah minyak mentah di rumahnya. Minyak tersebut dia kumpulkan dari sumber di sungai dekat rumahnya.
    
Dijelaskan, sumber minyak dia temukan secara tak sengaja awal tahun 2008 lalu. Temuan bermula saat dia sedang mandi di sungai. Dia kaget melihat tumpahan minyak mengalir. Selanjutnya aliran tumpahan minyak itu disisirnya hingga ke tempat asal.
    
Setelah ketemu, sumber keluar minyak digali. Sumber minyak temuannya dibentuk sumur yang di dalamnya diberi pelindung drum bekas. Minyak yang tertampung lalu disaring untuk dipisahkan dari air menjadi minyak latung. Selanjutnya, minyak dimasukan dalam drum di rumahnya untuk disuling.
    
Alat penyulingan masih sederhana. Drum isi minyak dipanaskan dan uapnya dialirkan melalui pipa besi yang direndam dalam air dingin. Uap yang terbentuk lalu  berubah menjadi bensin, solar dan minyak tanah. Hasil penyulingan sudah dia coba sendiri untuk menjalankan sepeda motor miliknya.
    
“Juga untuk menggerakkan mesin disel, ternyata bisa jalan dengan baik dan tak ada kerusakan mesin,” katanya.
Dalam sebulan, Muhtadi mengaku mampu menyuling minyak latung sebanyak 175 liter. Hasilnya adalah,  20 liter bensin, 50 liter solar, 90 liter minyak tanah dan 15 liter oli. “Sisa penyulingan yang terakhir adalah oli pelumas,namun saya belum berani mengujicobakan untuk mesin. Takut nanti mesin rusak.
    
Perlahan, hasil temuannya diketahui banyak orang. Bahkan, sejumlah mahasiswa pun datang ke rumahnya guna meneliti minyak hasil penyulingan. Sayangnya, hingga kini belum ada pihak yang serius untuk mengekplorasi minyak latung sebagai sumber energi sesuai standar pemerintah.
    
Setahun lalu ada perusahaan swasta yang menyanggupi untuk mengajak kerjasama mengembangkan minyak latung ini sebagai sumber energi. Mereka datang seraya memberi uang muka Rp 1 juta sebagai bukti kontrak kerjasama. Namun saya tunggu-tunggu hingga kini juga tidak ada kabarnya lagi. (G10/SMNetwork/njs)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]