Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Santri Thailand Ngaji di Ponpes Cheng Ho Weleri

Para santri di Pondok Pesantren Cheng Ho sedang belajar ngaji. (BK/03/HARSEM)
WELERI- Carilah ilmu hingga ke negeri China. Istilah tersebut bisa diganti dengan, carilah ilmu hingga ke Kendal Jawa Tengah Indonesia. Di pondok Pesantren Cheng Ho di Desa Penaruban Kecamatan Weleri Kendal misalnya, belasan warga muslim negara-negara Asia belajar agama Islam. Pondok pesantren sederhana ini, menampung 13 santri dari Thailand dan rencananya akan kedatangan santri dari negara Asia lainnya. Santri diajarkan Islam Nusantara yang tidak mengajarkan peperangan dan mengajarkan toleransi.
Bangunan Pondok Pesantren Cheng Ho tidak sebesar pondok lainnya. Menempati bangunan sederhana di komplek SMA NU Mualimin Weleri , santri dari negara-negara di Asia belajar agama Islam. Selain belajar Al Quran santri-santri ini diajarkan Islam Nusantara yang disebarkan walisongo  tidak mengedepankan peperangan namun toleransi.
Santri yang kini belajar di Pondok Pesantren Cheng Ho berasal dari Thailand, 13 remaja ini jauh-jauh ke Indonesia bukan hanya belajar agama, tapi juga belajar ilmu teknologi dan ekonomi. Selama tiga tahun santri asal Thailand ini mendalami Islam Nusantara yang lebih mengajarkan kedamaian tidak mengandalkan peperangan.
Salah satu santri dari Provinsi Pattaya, Thailand, Adinan Merah, mengaku sudah tiba di ponpes Cheng Ho seminggu lalu. Tujuannya selain belajar agama Islam juga mau belajar ilmu ekonomi dan teknologi.
Dengan bahasa melayu, ia mengatakan ilmu agama dari sini akan ditularkan ke masyarakat dan anak cucu. Sedang ilmu ekonomi untuk bekal cari kerja. Adinan juga mengaku ingin belajar bahasa Indonesia dan Jawa.
Adinan mengaku betah tinggal di lingkungan ponpes selain rasa persaudaraannya kuat, juga masyarakat sekitar sangat ramah sehingga membuat dirinya nyaman untuk belajar.
“Selain belajar agama, saya disini belajar ekonomi dan teknologi,” katanya.
Sementara itu. Ketua Yayasan Mualimin Cheng Ho, KH Hasanuddin menjelaskan jumlah santri yang belajar di Ponpes Cheng Ho ada sekitar 165 orang. Mereka adalah siswa SMA dan MA Mualimin sedangkan santri dari negara-negara Asia yang segera datang dari Kamboja, Vietnam dan Malaysia.
Hasanuddin menambahkan, santri di ponpes selain diberi pelajaran agama dan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia juga diberi pelajaran bahasa Jawa. Nantinya santri yang lulus dari Ponpes Cheng Ho bisa bermasyarakat dengan baik.
“Islam yang diajarkan di sini adalah Islam Nusantara yang lebih mengedepankan toleransi dan tidak ada peperangan,” kata KH Hassanudin.
Dikatakan, diberi nama Ponpes Cheng Ho supaya santri mempunyai semangat yang pernah dilakukan oleh tokoh Islam dari negeri China tersebut. Cheng Ho pernah mendatangi 30 negara untuk menjalin kerjasama.
Hasanuddin menegaskan Ponpes Cheng Ho mengajarkan ajaran Islam Nusantara yang pernah dilakukan oleh wali songo yang mengajarkan Islam tidak dengan cara peperangan baik antaragama maupun antarnegara sehingga kedamaian dan kenyamanan yang diutamakan. (BK/03/hst)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]