Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Tujuh Penodong Jalanan Diringkus



Guna menciptakan rasa nyaman para pengendara motor di Semarang pada malam hari, polisi giat menyapu para perampas dan penodong. Ayo, Pak, hajar mereka!

Tujuh anggota geng motor yang kerap bikin onar di Kota Semarang, diringkus tim Reskrim Polsek Gajahmungkur. Mereka dibekuk setelah merampas dompet serta ponsel milik pengendara yang melintas di Jalan Diponegoro Semarang. Polisi masih memburu seorang pelaku yang sudah diketahui identitasnya.  

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti dua bilah celurit, pisau, dan tiga motor yang digunakan beraksi. “Kami menangkap tujuh remaja. Masih satu yang belum ditangkap. Mereka kelompok bermotor yang kerap bikin onar,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (5/2).

Masing-masing tersangka adalah Arif Salim (16), warga Sisingamangaraja; Reindardus (18), warga Gang Pisang Cermai; Fajar Nugroho (16), Lukman Hakim (18) warga Mranggen.  Berikutnya Andreas Dwi Prasetyo (19), warga Pondok Majapahit; Dodik (21), warga, Sayung, Demak; serta Andik Kurniawan (17), warga Tambakroto, Demak. Seorang pelaku Dilon (20), masih dalam pengejaran polisi.

Remaja kelompok bermotor itu diduga juga beraksi di sejumlah tempat di Kota Semarang, termasuk di dekat Mapolda Jateng. “Kami masih melakukan pengembangan, tindakan mereka sangat meresahkan masyarakat,” katanya.

Aksi terakhir dilakukan pada Minggu 27 Januari 2013 lalu. Prasetyo cs mengendarai empat motor. Mereka jalan-jalan malam minggu di jalan Pahlawan. Kemudian mereka mencari sasaran. Di Jalan Diponegoro, Prasetyo cs bertemu korban Widi Saputra (19), warga asal Slindak, Jakarta Selatan yang saat itu melintas.

“Kelompok ini langsung memepet korban dan menendangnya hingga terjatuh. Beberapa pelaku lain menodongkan senjata tajam jenis celurit dan pisau. Para tersangka meminta dompet dan HP BlackBerry milik korban,” ungkap Elan.

Tersangka Prasetyo mengaku, ide perampasan itu bermula dari Dilon yang saat ini masih buron. “Saya hanya diajak jalan-jalan malam Minggu. Tidak menyangka kalau ternyata malah diajak merampas,” kata Prasetya yang mengaku berperan sebagai driver.

Pembawa senjata tajam dalam perampasan itu adalah Dilon. Komplotan ini berhasil ditangkap pada Selasa (5/2). “Saya baru sekali ini (melakukan kejahatan). Itupun diajak teman-teman," tambahnya. Para tersangka bakal terjerat pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman sembilan tahun penjara. (abm/rif)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]