Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Antar Sabu, Intel Polisi Mau Digaji 300 Ribu

Anggota Intelkam Polda Jateng Rahmad Sutopo mengaku mendapatkan upah atau tips Rp 300 ribu setiap kali mengantarkan sabu kepada Mantan Komandan Pangkalan Angkatan Laut Semarang, Ir Antar Setyabudi.

Sabu yang diantarkan per-1 gram harganya Rp 1,2 juta. Namun Komandan Pangkalan Angkatan Laut Semarang itu membayar lebih, yakni Rp 1,5 juta. Sehingga sang intel polisi ini mendapat upah atau uang tips Rp 300 ribu.

“Harga per-paket 1 gram Rp 1,2 juta. Tapi Pak Antar selalu membayar Rp 1,5 juta,” ungkap Rahmad saat memberi keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (17/10).

Rahmad mengaku telah mengantarkan beberapa kali kepada Mr Delevery, nama sandi Komandan Pangkalan Angkatan Laut Semarang Antar Setyabudi. Sang komandan itu setiap kali memesan barang tersebut meminta diantarkan ke Hotel. Hotel-hotel yang sering digunakan transaksi di antaranya Hotel Ciputra, Hotel Novotel, dan Hotel Dafam. “Paling sering di Hotel Novotel,” ungkap Rahmad di hadapan Hakim Ketua Ifa Sudewi.

Dalam kasus ini, Rahmad dituding menjadi pemasok dan sebagai pihak yang memenuhi permintaan sabu-sabu kepada Antar Setyabudi. Perkenalan Rahmad dengan Antar semula diperkenalkan oleh Yohanes terpidana Narkotika yang mendekam di LP Kedungpane.

Rahmad mengaku sering berkomunikasi baik dengan Yohanes maupun Antar, melalui telepon. Antar kemudian memesan sabu kepadanya. Rahmad selalu memenuhi pesanan sabu atas permintaan Mr Delivery tersebut.

Terungkapnya nama Mr Delivery itu berasal dari HP pacar terdakwa, Mahesa yang juga menjadi terdakwa. Di dalam SMS tersebut tertulis nama Mr Delivery. Usut punya usut diketahui Mr Delivery adalah Ir Antar Setyabudi.

Sebelum sabu dikirimkan, uang tebusan dikirimkan terlebih dahulu melalui rekening Rahmad. Sabu milik Rahmad didapatkan dari Rino Ariyanto (terpidana lain). Dua bulan setelah berkenalan dengan Rino, ia kemudian kenal dengan Antar dan memenuhi permintaannya.

“Transfernya hari Jum'at (penangkapan Minggu). Selain dikirim, saya pakai sendiri. Saya dapat dari Rino, semula tanya, ada barang ndak? Dibales Ready. Kemudian ada ‘peluncur’, saya mengambil di pinggir jalan,” ujar Rahmad.

Rahmad yang telah 9 tahun menjadi polisi ini menjadi bagian dari lingkaran peredaran narkoba di LP Kedungpane. Rahmad dicokok oleh petugas BNN saat keluar dari lobi Hotel Ciputra Semarang pada akhir bulan April 2013. Dalam penangkapan ini, petugas BNN menemukan enam butir ekstasi, setelah sebelumnya 0.8 gram diserahkan kepada Komandan Danlanal di kamar hotel nomor 1033.

Setelah penangkapan, BNN mendatangi kamar 1033 untuk melakukan pemeriksaan. Pada penggeledahan di kamar hotel, petugas BNN mendapati Narkotika jenis sabu sebanyak 0,74 gram dan 1 bungkus plastik berisikan kristal bening dengan berat 1,05 gram.

Pengembangan penyelidikan, BNN akhirnya melacak hingga rumah kos Mahesa pacar Rahmad. Petugas berhasil menemukan dua butir ekstasi seberat 0,92 gram dan satu paket sabu seberat 0,28 gram dan tiga bong alat hisab sabu dan uang senilai Rp 323.000.

Rahmad sebelumnya juga mengantar sabu 0,4 gram ke rumah Komandan Danlanal itu di Jalan Setiabudi Jatingaleh Semarang. (abm/rif)


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]